Minggu, 22 Desember 2013

7 Prinsip Meditasi Untuk Mendapatkan Pikiran Positif

7 Prinsip Meditasi untuk Mendapatkan Pikiran Positif

Berikut disajikan sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan ketika kita melakukan meditasi:

  1. Sebaiknya kita bermeditasi di tempat atau ruangan yang tenang. Akan lebih baik lagi jika kita bermeditasidi tempat terbuka, misalnya di pantai, pinggir sungai, taman, dan lainnya.
  2. Seyogianya ketika bermeditasi kita menggunakan pakaian yang longgar (tidak terlalu ketat). Pakaian yang tipis dan berbahan katun lebih baik digunakan saat bermeditasi sebab akan memperlancar peredaran udara pada pori-pori permukaan tubuh.
  3. Posisi meditasi sebaiknya duduk atau bersila di lantai atau duduk di kursi. Yang penting sesuai tingkat kenyamanan kita sendiri, bahkan ternyata terlentang pun bisa (terutama untuk meditasi relaksasi).
  4. Lemaskan semua otot tubuh, terutama bahu, tangan, dan kaki. Posisi ini akan membuat peredaran darah dan sirkulasi udara dalam tubuh benar-benar normal dan lancar. Tentu pelemasan perlu dilakukan secara perlahan-lahan.
  5. Mata boleh ditutup tetapi tidak perlu terlalu rapat. Dengan demikian kita masih bisa menatap remang-remang benda di sekitar kita.
  6. Biarkan napas kita mengatur kecepatannya sendiri. Biarkan pernapasan berjalan secara natural. Namun yang penting irama napas kita menjadi alat berkonsentrasi. Setiap ada gangguan pikiran (yang lari kemana-mana), kita segera kembali ke (irama) napas kita.
  7. Mulailah dengan memvisualisasikan objek-objek yang menyenangkan. Kita bayangkan hamparan laut yang membiru, air terjun tinggi yang gemuruh, riak-riak aliran sungai yang bergemericik, kicauan burung di hutan yang sejuk, dan seterusnya dan sedalam-dalamnya. Kita akan merasakan seolah-olah tengah berada di tempat tersebut. Saat lain kita dapat membayangkan diri kita sebagai sebuah handuk basah yang dilemparkan di lantai, dan sebagainya. Dengan cara ini kita sedang menghipnotis diri sendiri untuk lebih rileks dan tenang.
Saat itulah masalah-masalah yang membebani diri kita sementara kosong atau lepas dari pikiran. Pada tahap ini kita juga dapat melakukan membayangkan dan menyadari semua bagian tubuh kita, dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, menyebutkan nama masing-masing dan berterima kasih kepadanya. Jadilah akhirnya kita bersyukur kepada Tuhan Sang Pemberi segalanya itu, termasuk yang telah kita alami sepanjang hari.
sumber disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar